I’m Free

Well, I’m not that free actually. I’ve done all of the exams for my modules that I took in my first term here. But, I still have to wait until approximately next month until they release my score and I know whether I pass or need to take the re-sit examination (oh, please I don’t want to do the re-sit exam). However, in this past 2 days I’m giving myself a little break. You know, after two weeks of sleepless nights (okay, this is a little bit exaggerating), my body deserve a break of course. So, what did I do?

Right after I finished my last exam, which was on Thursday afternoon, me and my friends went out having dinner. Our eating pattern was being ruined during the exam period. I was consuming noodles everyday, as my lunch and dinner menu. Lucky me, when my mom was visiting me few weeks ago, she brought a plastic of “Indomie”. I can find “Indomie” here in Newcastle, but somehow the taste is different. Indonesian “Indomie” is the best. :) So yeah, finally we ate proper food again after the exam finished.

The next day, which was yesterday, we were watching “King & I” musical at Theatre Royal. You know what I like about this town? People are really respectful with art. They can appreciate it in such a good way. Last night was great. The show lasted for more than 2 hours and I think everyone was satisfied. Even I haven’t watched the original movie, but I loved the performance last night.

Watching "King & I" Musical with My Friends

And today, me and one of my friends were going to city centre, shopping. Yeah! I feel that I’ve become a real girl now. I like shopping. Can’t believe this, actually. Thankfully, I’m not a shopaholic, though. I can control what I’m doing. It’s just because today is the end of the boxing day, I guess, so that some shops in city centre are giving quite crazy discounts for all of their stuffs. After that, we stopped by Grainger Market. This is a kind of traditional market, but don’t imagine a traditional market like the ones in Indonesia. Grainger Market is cool! The funny thing is, unlike any other people who go to the market to do grocery shopping, I go to this market especially to do a book-hunting. My friend said that there is a great bookshop inside this market. I went there and wow I was amazed. They sell soooo many books with low prices. This is my kind of heaven. All of the bookstores I found in this country always amazed me, anyway. I admit, I love this country so much. :) Because of their bookshops that can be found everywhere. One more thing, I found a new cafe in Grainger Market and finally impulsively I had my lunch there. It’s a tiny cafe but  the food is grrreeeaatt. I had a plate of cheese pasta with baked broccoli. It was so creamy and really tasty until it made me full. Gonna try another menu in that cafe someday, indeed.

I guess this is the best weekend so far in these past few weeks. Tomorrow I still have a plan to enjoy my (sort of) free time. I’m going to Quayside with my friends. There is the Sunday Market there every week, and they sell various stuffs and of course food. Yeay, I’m so gonna fill my tummy with those great foods. Oh, I wanna eat churros! :) They sell best churros ever (well, actually I haven’t tried churros in any places other than Quayside. hihi. :p)  And tomorrow evening, maybe I’ll join my PPI friends practicing angklung. Yes, we’ll have a performance next week in Northumbria University. We’re gonna introduce Indonesian traditional culture to local people in an event called “International Night” (if I’m not mistaken). It must be fun. :)

Well, I think all of those activities will be sufficient for me to recover from the exam syndrome. Monday will be the beginning of the second term. We will have a 9 to 5 back to back lecture. Hahaha..I can already feel the boring air right now. And in mid February, I will start my research project, which is the essential part of my master degree. Thank God, I got 2 nice supervisors. They’re supportive and really optimist that I can give my best effort in this project. I will surely give my best!

I think that’s all for my blog update right now. Happy weekend. Enjoy life, mate! :)

Cheers.

mon soleil

Ketika pertama kali menyadari perasaan saya terhadap si lelaki ini, tiba-tiba saja sebuah lirik lagu menari-nari di benak saya.

for love may come and tap you on the shoulder

rasa ini datangnya tiba-tiba. seperti dia yang datang dan pergi secara tiba-tiba di hidup saya. walaupun saya tidak menganggap ini sebagai “love“, melainkan lebih sebagai “adore“.

dan ini beda. tidak ada rasa yang menggebu-gebu. tidak ada rasa ingin tahu dari diri saya yang berlebihan terhadap kepribadiannya. tidak seperti biasanya.

yang ada hanyalah rasa nyaman ketika kita berbincang. rasa tenang ketika ada dia di dekat saya. dan rasa kehilangan ketika tiba saatnya dia harus pergi.

iya. dia akhirnya harus pergi. di saat saya baru menyadari arti dari kata “nyaman” dan “tenang” ketika saya bersama dia.

dia begitu sederhana. saya suka itu.

jujur saja saya bingung mendefinisikan perasaan ini. karena secara fisik, lelaki ini jauh sekali dari kriteria saya. tapi kesederhanaannya itu membuat saya menoleh dua kali.

 

2012!!

Yes..akhirnya sampai juga ya kita di tahun 2012. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana saya menulis resolusi, tahun ini saya hanya akan mengikuti ke mana ritme hidup membawa saya. Bukan berarti saya puas terhadap segala pencapaian selama ini. Tapi, ada kalanya kita harus bersyukur buat apa yang sudah kita miliki. Bukan begitu? Kalau selama ini saya selalu request sama Tuhan untuk memberi saya sesuatu, tahun ini saya gak mau request apapun sama Tuhan, membiarkan Dia bekerja dalam hidup saya dan yakin bahwa Dia akan memberikan yang terbaik buat saya.

Tahun baru saya dibuka dengan merayakan pesta malam tahun baru di Edinburgh ditemani oleh cuaca yang super dingin, angin super kencang, dan hujan rintik-rintik yang menusuk badan. Yeah, that was my way to begin this so-called 2012. Hari-hari pertama 2012 diawali dengan menyelesaikan assignments! Kemudian, berlanjut dengan presentasi yang puji Tuhan lancar padahal sebelumnya saya udah deg-degan parah. Maklumlah sudah hampir 2 tahun (sejak lulus dari ITB) gak pernah presentasi lagi. Lalu, saya juga menerima 1 email balasan, yang saya harap adalah titik terang dari masa depan saya. Secercah harapan dari apa yang akan saya lakukan setelah saya menyelesaikan program Master di pertengahan tahun 2012 ini.

Dan awal tahun yang indah ini, akan ditutup dengan serangkaian ujian. Yap, 23 Januari-26 Januari akan menjadi hari-hari bersejarah buat saya. Yuk mari semangat!!

Selamat tahun baru, kawan di manapun kalian berada. Semangat selalu.

Happy weekend! :)

As 2011 Will Come To The End

Kalau disuruh menyebutkan hal-hal menarik dan berkesan yang terjadi dalam hidup saya di tahun 2011 ini, saya bakal susah banget menjelaskannya. Karena semuanya berkesan. Intinya, 2011 adalah tahun penuh sukacita buat saya. Saya melewati tahun ini dengan penuh senyuman dan benar-benar tidak ada air mata.

Dua dari 3 resolusi 2011 saya sudah tercapai. Sudah sepatutnya saya bersyukur.  Tinggal di Eropa, yang dulu hanya menjadi mimpi saya, sekarang sudah menjadi kenyataan. Kalau dulu lingkaran pertemanan saya hanya orang Indonesia saja, sekarang saya sudah punya teman dari berbagai negara. Senang sekali bisa belajar tentang kebudayaan negara lain dan tentunya icip-icip makanan khas dari negara lain, karena asrama saya ini multi-kultural sekali.

Tentang jurusan kuliah yang saya ambil, saat ini saya merasa yakin bahwa memang inilah jalan saya. Jalan yang sepertinya akan mengantar saya untuk menjadi seorang imunologis dan dan bukan seorang mikrobiologis. Tapi, tidak ada yang saya sesali dari jurusan yang saya ambil ketika S1 dulu. Justru itu saya rasakan sebagai point positif buat saya di sini, karena saya punya pengetahuan lebih di bidang basic science dibandingkan dengan mayoritas rekan-rekan saya yang background-nya medical. Walaupun saya terlihat happy, jangan disangka tidak ada hal yang tidak mengenakkan yang terjadi pada saya di sini. Tentunya ada, lah. Kejadian itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Saya tidak dapat proyek penelitian yang saya inginkan, tetapi akhirnya saya dapat proyek yang ternyata lebih sesuai dengan background saya. Tuhan memang selalu punya cara, ya.

Jika kalian mengikuti tulisan-tulisan di blog saya dari beberapa tahun yang lalu, pasti kalian tahu bahwa dulu saya pengen kuliah di Perancis. Bahkan saya sampai niat ngambil les bahasa Perancis. Terus kenapa sekarang saya nyasar di UK? Well, kita tidak akan pernah tahu ke mana hari esok akan membawa kita kan? Yang jelas, saya merasa bahwa berada di tempat ini merupakan sesuatu yang menurut Tuhan terbaik buat saya. Jadi, saya tinggal menjalani saja.

Meninggalkan Indonesia berarti keluar dari zona nyaman. Kurang lebih 1 tahun yang lalu, ketika saya baru mulai daftar-daftar untuk kuliah Master, saya amat sangat tidak sabar untuk segera meninggalkan Indonesia. Namun, beberapa bulan menjelang bulan Agustus 2011, tiba-tiba saya merasa berat untuk meninggalkan negara saya itu. Tapi, harus ada suatu awal untuk sebuah perubahan. Maka, ketika waktunya tiba, saya mantap bilang ke diri saya : “apapun yang terjadi, saya harus pergi. ini adalah impian saya” A big journey in our life always begins with a single step. Memang itu berarti meninggalkan keluarga, sahabat, dan gebetan (ups). Akan tetapi, perjumpaan dan perpisahan adalah suatu hal yang biasa, menurut saya. Dalam kasus saya, perpisahan dengan keluarga dan sahabat hanyalah untuk sementara. Kita pasti akan ketemu lagi kok suatu saat nanti. Sejauh ini sih tidak ada kendala untuk berkomunikasi dengan mereka. Technology rules the world nowadays, man! 

Tahun 2011 adalah tahun yang luar biasa. Diri saya berubah dari berbagai sisi. Mungkin kalau kalian sekarang bertemu saya, kalian akan merasakan bahwa saya sedikit berubah. Yeah, saya harus berubah supaya bisa survive hidup di negeri orang. Jadi, tidak ada lagi Ella yang manja. :)

Terima kasih Tuhan atas kesempatan untuk mencicipi kehidupan yang maha indah ini. Target 2012 adalah penelitian saya lancar,  lulus Master, dan kalau Tuhan mengizinkan, saya mau melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mimpi saya belum dan tidak akan pernah habis. Selama bermimpi itu masih gratis, saya akan terus bermimpi. Hidup adalah tentang bermimpi dan mencari cara untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Well, beberapa hari lagi saya mau liburan dan saya tidak akan membawa serta laptop saya. Jadi, kayanya saya gak akan update blog ini sampai awal Januari. So, saya mau mengucapkan selamat natal dan tahun baru buat teman-teman semua para pembaca blog saya. :)

Semoga 2012 akan berisi 365 hari yang jauh lebih baik daripada 365 hari yang telah lewat. :D Take care, friends!

ps: postingan ini ditulis menjelang tengah malam dengan ditemani lagu-lagu Westlife. Lumayan buat nostalgia. Eh, btw saya mau menonton konser mereka di Newcastle bulan Mei 2012 nanti lho! *pamer*

salam dari salju di Newcastle, teman-teman!

clumsy girl needs mature guy

“lo butuh cowok yang mature, la.”

Tiba-tiba saya jadi kepikiran dengan kalimat yang dilontarkan teman saya itu. Mungkin memang benar, saya butuh seorang pria dewasa yang bisa menjaga saya. Yang dimaksud dewasa itu bukan dalam hal usia, ya. Yang lebih penting adalah seseorang dengan kepribadian yang tidak meledak-ledak. Saya gak manja, tapi kata teman saya, sifat saya itu cenderung bipolar.Kalau senang, senang banget sampai jingkrak-jingkrak. Kalau sedih, sedih banget. Gak sampai nangis, sih tapi galau.  Dan saya juga kekanak-kanakkan. Ingat! Kekanak-kanakkan itu tidak berarti manja ya.  Jadi, di masa depan, saya pastinya perlu seseorang yang bisa meredam sifat itu.

Ternyata tanpa saya sadari, selama ini saya selalu suka sama cowok yang kalem. Saya gak suka cowok yang heboh. Ada seseorang yang saya labeli sebagai cowok terkalem, termisterius, terdatar, dan paling pendiam. Tapi, dulu saya bisa suka banget sama dia. Hmm..mungkin cowok macam dia yang cocok buat saya ya? Haha..andaikan ada sosok orang lain dengan sifat seperti itu. Kenapa gak dia aja la? Gak, ah. Kan dia di Indo. Jauh. #eaaajadigalaukan.

Jadi, apakah benar bahwa clumsy girl (macam saya ini) suatu saat akan berjodoh dengan seorang  mature guy (bukan tua lho ya)? Mari kita lihat saja ya apa yang akan terjadi. sudah ada kandidat, la? oh, belum. :p

selamat malam. well, selamat pagi, teman2 di Indonesia! happy weekend. :D

Perubahan

Saya tidak pernah takut terhadap perubahan yang terjadi pada diri saya. Apalagi, kalau perubahan itu menuju ke arah perbaikan. Saya baru menyadari bahwa sejak saya disini, sedikit demi sedikit saya berubah.

Di satu sisi, saya bukanlah Ella yang dulu. Ini dia list perubahan yang saya sadari :

1. Saya lebih banyak tersenyum

2. Saya “berdandan” setiap mau pergi keluar. Well, definisi dandan a la saya adalah menyapukan compact powder dan sedikit lipbalm. :p

3. Saya bisa masak

4. Saya lebih friendly

5. Saya jarang mengeluh

6. Saya menikmati hidup

Cuma dikit sih. Tapi, saya cukup tercengang menyadari bahwa saya menjadi seseorang yang lebih baik. Lingkungan yang merubah saya. Puji Tuhan banget, di sini saya mendapatkan teman-teman yang positif. Jadi, saya terpengaruh oleh mereka. Tapi, di banyak hal saya masih sama seperti dulu kok. Saya masih belum bisa menghilangkan sifat childish, clumsy, dan innocent. Hmm..sifat innocent ini rentan bikin saya terlihat blo’on kadang-kadang. Dan….tentunya relationship status saya belum berubah. Maybe, soon it will changed. Aha..fingers crossed.

Enjoy December, guys! Stay positive :)

About Respecting Heroes

Setiap tanggal 10 November, Indonesia merayakan hari Pahlawan. Tanpa saya sadari sebelumnya, hari ini (13 November) masyarakat Inggris jugs memperingati hari Pahlawan. Yang mau saya komentari di sini adalah bedanya perayaan hari Pahlawan di Indonesia dan di Inggris.

Di Indonesia, seperti yang kita sama-sama ketahui, para siswa dan pegawai pemerintahan WAJIB menghadiri upacara pada tanggal 10 November. Nah, kata-kata WAJIB inilah yang nampaknya membuat para masyarakat malah jadi malas untuk memperingati hari Pahlawan. Saya sendiri dulu juga seperti itu. Rasanya malas sekali. Selepas SMA hingga sekarang, saya sudah tidak pernah lagi ikut upacara peringatan hari Pahlawan (bahkan upacara hari kemerdekaan 17 Agustus saja saya juga tidak pernah ikut). Merasa berdosa? Tidak juga. Makanya, saya merasa ada yang salah dengan kita orang Indonesia. Kenapa ya kita tidak bisa sungguh-sungguh menghargai para pahlawan? Selama 6 tahun saya belajar Sejarah di sekolah, entah mengapa saya lebih tertarik dengan sejarah dunia daripada sejarah nasional. Saya merasa bahwa apa yang diajarkan di mata pelajaran Sejarah tentang Sejarah nasional itu agak aneh, sepertinya ada banyak hal yang ditutup-tutupi. Padahal, katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pengorbanan para pahlawannya.

Kemudian, bagaimana perayaan hari Pahlawan di Inggris? Sejak sekitar 3 minggu yang lalu, sebagian besar penduduk Inggris menyematkan pin berbentuk bunga Poppy di dada mereka. Bunga Poppy itu adalah simbol yang mereka pilih untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam Perang Dunia I & II. Kenapa Bunga Poppy. Jadi, ceritanya ada seorang prajurit yang menulis puisi sehari setelah dia menyaksikan rekannya gugur di medan perang, di depan mata kepalanya sendiri. Salah satu kalimat di dalam puisi itu kurang lebih adalah seperti ini : “though many soul dies, Poppies will still grow“. Tadi pagi saya tidak sengaja membaca puisi tersebut di gereja. :) Upacara hari Pahlawan di kota saya terpusat di Newcastle University Quadrangle, which is di dalam kampus saya. Masyarakat sangat antusias memperingati hari Pahlawan ini. Bahkan banyak di antara mereka yang bela-belain dress up dengan mengenakan pakaian tradisional Scotland. Padahal pagi ini dingin banget lho. Yang membuat saya salut adalah, orang tua mengajak serta anak-anak mereka yang masih kecil-kecil untuk ikut upacara.

Mungkin itu yang harus kita tiru. Tidak perlu menggembar-gemborkan kata-kata NASIONALISME, kalau itu hanya berhenti di mulut saja, apalagi kalau kata-kata itu hanya muncul “musiman” saja, seperti ketika kita merasa bahwa teritorial atau salah satu unsur budaya kita “dicuri” oleh bangsa tetangga. NASIONALISME itu harus ditunjukkan melalui perbuatan. Contohnya? Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Inggris. Inggris adalah negara maju, tapi mereka masih punya hati untuk mengingat para pahlawannya. Saya salut.

Suatu saat nanti, kalau saya sudah punya anak, saya mau ajak mereka keliling museum setiap minggu, dan bukannya main ke mall. Saya mau ajak mereka ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, ke Lubang Buaya, biar mereka tahu bahwa banyak pahlawan Indonesia yang mati karena kekejaman bangsanya sendiri. Tapi, di antara yang kejam itu masih banyak juga yang berhati mulia. Saya mau anak saya nanti seberuntung saya, bisa keliling dunia melihat berbagai kebudayaan sambil menceritakan kepada dunia hal-hal baik tentang Indonesia. Dan saya tidak mau anak saya nanti memiliki sifat nasionalisme yang sempit.

Sungguh, kenyataan yang saya lihat hari ini benar-benar membuat saya tertohok. Maaf, para pahlawan, ternyata saya belum sepenuhnya menghargai jasa-jasa kalian. Tapi, saya akan memulai menghargai kalian. Cara pertama, mungkin dengan membaca literatur yang netral dan mencoba memahaminya.

Selamat hari Minggu, guys! God bless you all. :)

The One You Say Goodnight To

The One You Say Goodnight To

performed by : Kina Grannis

I will be the one you say good night to

I will be the one you say good night to

Let me first say that you’re so charming

Don’t you think you could use someone to charm?

I would sit back, I would laugh, I would laugh again

ohh

And maybe you’d like someone to greet you at the door after a long, long day

I’m here for you, if you let me

I will be the one you say good night to

I will be the one you say good night to

Funny thing is I’m trying hard and it’s unlike me to get so caught up in things

But I won’t quit, I won’t quit till you smile at me

Ohh

And I just cry if you don’t stop to say hello

It hurts the longer this goes

I’d cry for you, if you let me

I will be the one you say good night to

I will be the one you say good night to

Oh, oh, oh

If you let me

Oh, oh, oh

If you let me

Oh, oh,oh

If you let me

I will be the one you say good night to

I will be the one you say good night to

would you let me be the one to say good night to you, J? 

a little contemplation

I don’t do clubbing. I’m not smoking. I don’t do all of those “cool” stuffs. Do that mean I won’t get a guy? No, I believe I’ll get one who will accept me whoever I am and who will love me just the way I am. Someday.

 

kata orang, kalau kita punya pengharapan yang kuat, seluruh alam raya akan berkonspirasi untuk mewujudkan impian kita itu.

 

 

It’s Been 3 Years! Yeay!

Saya baru sadar ternyata tanggal 28 Oktober adalah hari ulang tahun blog “La Vie est Belle”. Udah 3 tahun aja saya cuap-cuap di sini. Haha..semoga gak pada bosan ya baca tulisan-tulisan saya yang kadang (atau sering) gak jelas. Terima kasih buat kalian yang rutin baca blog saya ataupun kalian yang memilih untuk jadi silent reader blog ini. Apalagi buat teman-teman yang sudah mulai baca blog saya dari jaman dulu pertama kali ngeblog di Blogger tahun 2007. The time when I was writing some craps, tapi kalian tetap rela ngebaca dan kasih komen. Makasih banyak ya.

Jujur ya, saya tidak pernah menyangka bahwa blog ini bisa berperan penting dalam hidup saya. Dulu, saya pikir blog hanyalah sarana untuk curhat. Tapi, sekarang kadang saya menengok posting blog dari beberapa tahun yang lalu dan senyum-senyum sendiri membacanya. Saya seakan bisa melihat transformasi dari pribadi saya. It’s amazing knowing how this blog impact my life.

Selain itu, blog ini bisa bikin saya selalu bersyukur terhadap hidup saya. Selalu ada keajaiban-keajaiban kecil yang terjadi dan itu bisa terlihat dari sebagian posting yang ada di blog ini. Wow,  God has done lots of amazing things to me.

Mungkin kalian merasa bahwa di hampir setiap posting blog, saya tidak menulis kalimat dengan struktur yang benar. Saya juga kadang ngerasa kok. Tapi, ya beginilah saya. I write in my own way. Saya bukan penulis, makanya gaya nulis saya berantakan. Saya cuma ingin menulis, karena saya butuh ini untuk tracking segala hal yang saya alami. Saya percaya bahwa semua kejadian di dalam hidup itu menarik untuk diceritakan, apapun itu, baik ataupun buruk. Because there’s always a reason behind everything.

Once again, terima kasih banyak buat kalian para pembaca yang sudah meluangkan waktu main-main ke blog saya, baik disengaja ataupun tidak sengaja akibat digiring oleh Google. :)

Sorry ya kalau tulisan di blog saya bahasanya suka campur-campur. Hehe.

This is my home in the cyber world. I will always write here to documenting my life. Feel free to come to my home, writing some comments, or just read the posts.

Thanks. Enjoy your day, mates!  Happy Weekend! :D

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.