Ketika pertama kali menyadari perasaan saya terhadap si lelaki ini, tiba-tiba saja sebuah lirik lagu menari-nari di benak saya.
for love may come and tap you on the shoulder
rasa ini datangnya tiba-tiba. seperti dia yang datang dan pergi secara tiba-tiba di hidup saya. walaupun saya tidak menganggap ini sebagai “love“, melainkan lebih sebagai “adore“.
dan ini beda. tidak ada rasa yang menggebu-gebu. tidak ada rasa ingin tahu dari diri saya yang berlebihan terhadap kepribadiannya. tidak seperti biasanya.
yang ada hanyalah rasa nyaman ketika kita berbincang. rasa tenang ketika ada dia di dekat saya. dan rasa kehilangan ketika tiba saatnya dia harus pergi.
iya. dia akhirnya harus pergi. di saat saya baru menyadari arti dari kata “nyaman” dan “tenang” ketika saya bersama dia.
dia begitu sederhana. saya suka itu.
jujur saja saya bingung mendefinisikan perasaan ini. karena secara fisik, lelaki ini jauh sekali dari kriteria saya. tapi kesederhanaannya itu membuat saya menoleh dua kali.